Pentingkah merawat aset perusahaan?

Wednesday, February 7, 2018

 Kata ‘aset’ sudah sering dipergunakan dalam lingkungan bisnis. Jika dikaitkan dengan pengertian akuntansi, aset dapat berarti harta perusahaan. Aset tentu merupakan sesuatu yang penting jika sudah masuk ke dalam perhitungan akuntansi dan keuangan. Lalu, apa ‘aset’ itu sebenarnya?

 

Aset ialah barang, baik berwujud maupun tidak berwujud, yang mempunyai nilai ekonomi bagi perusahaan. Aset merupakan sesuatu yang penting bagi perusahaan, dan dapat menjadi bagian dari investasi perusahaan. Aset dibagi menjadi 2 jenis, yaitu aset yang berwujud atau dapat dilihat (tangible), dan tidak berwujud (intangible). Aset berwujud dapat berupa mesin pabrik, kendaraan, gedung, alat berat, dan benda berwujud lain yang dimiliki perusahaan. Aset tidak berwujud dapat berupa hak paten, hak cipta, merek dagang, dan hal tidak berwujud lain yang dimiliki perusahaan.

 

Pembicaraan mengenai aset juga sering dikaitkan pula dengan ‘inventory’. Apa yang membedakan keduanya? Inventory, yang jika dialihbahasakan ke bahasa Indonesia, ialah persediaan, yaitu persediaan barang dalam rantai produksi. Inventory dapat menjadi bagian dari aset dan dapat memberi nilai ekonomi bagi perusahaan, tetapi inventory berbeda dengan aset.

 

Aset merupakan bagian penting di perusahaan. Aset berwujud sangat rentan untuk terkena beberapa resiko, seperti penyusutan sampai kerusakan. Dibutuhkan satu aktivitas untuk dapat merawat dan memantau aset perusahaan, hingga kemudian muncul istilah asset tracking dan juga asset maintenance.

 

Asset tracking mengacu pada metode untuk mentrack aset secara fisik, dapat melalui barcode, RFD, dan teknologi lain yang dapat memberi informasi mengenai lokasi aset tersebut. Asset maintenance merujuk pada kegiatan yang dilakukan secara berkesinambungan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas keamanan, ketersediaan, dan daya tahan aset.

 

Kegiatan asset tracking dan asset maintenance menjadi penting untuk dilakukan untuk menghindari beberapa resiko yang tidak terdeteksi sebelumnya. 62% dari aset tersebut beresiko untuk terkena penyusutan dan juga kerusakan mesin, dan 54% dari keseluruhan aset juga terkena resiko keamanan. Beberapa resiko lain yang dapat terjadi pada sebuah aset ialah bencana aman, kelanjutan bisnis, pencurian, bahkan sabotase.

 

Banyak resiko yang dapat terjadi jika suatu perusahaan tidak merawat dan memonitor asetnya, untuk itu, diperlukan solusi Asset Management untuk dapat merawat dan memantau aset perusahaan agar jauh dari resiko yang merugikan perusahaan.

 

 

Sumber: skybitz, trackabout, investopedia, pinterest, raconteur

 

 

 

 

 

Please reload

Please reload

Please reload

Monday, August 20, 2018

Please reload

  • Facebook Wmotion business solution S
  • Instagram Wmotion business solution
  • Linkedin Wmotion business solution S
  • Youtube Wmotion business solution SA